Halo IMMawan/ti Selamat Datang!. Informasi Kami.

Lensa Literasi: Cara Menulis Esai yang Baik dan Benar

 

Menulis esai yang baik dan benar memerlukan struktur yang jelas, argumentasi yang kuat, serta dukungan dari sumber yang valid. Berikut adalah langkah-langkah menulis esai secara sistematis:

1. Memahami Tujuan dan Jenis Esai

Sebelum menulis, pahami terlebih dahulu jenis esai yang akan dibuat. Beberapa jenis esai yang umum meliputi:

  • Esai Argumentatif: Mengajukan pendapat dengan bukti dan alasan yang kuat.
  • Esai Deskriptif: Menggambarkan suatu objek, tempat, atau kejadian secara mendetail.
  • Esai Ekspositori: Menjelaskan suatu topik berdasarkan fakta tanpa opini pribadi.
  • Esai Naratif: Menyampaikan cerita atau pengalaman pribadi dengan alur yang jelas.

2. Menentukan Topik dan Menyusun Kerangka

Pilih topik yang menarik dan sesuai dengan kemampuan serta minat. Setelah itu, buat kerangka esai untuk membantu menyusun ide secara sistematis. Kerangka ini biasanya terdiri dari:

  • Pendahuluan: Menyajikan latar belakang dan pernyataan tesis (teori atau argumen utama).
  • Isi Esai: Berisi argumen utama yang didukung oleh bukti dan contoh.
  • Kesimpulan: Merangkum poin-poin utama dan memberikan refleksi atau solusi.

Sumber: Bailey, S. (2015). Academic Writing: A Handbook for International Students. Routledge.

3. Menulis Pendahuluan yang Kuat

Pendahuluan harus menarik perhatian pembaca dan memperkenalkan permasalahan secara jelas. Komponen penting dalam pendahuluan:

  • Kalimat pembuka yang menarik.
  • Latar belakang masalah.
  • Pernyataan tesis yang jelas dan ringkas.

Sumber: Graff, G., & Birkenstein, C. (2018). They Say / I Say: The Moves That Matter in Academic Writing. W.W. Norton & Company.

4. Mengembangkan Paragraf Isi dengan Bukti yang Kuat

Setiap paragraf harus memiliki satu gagasan utama yang didukung oleh bukti atau kutipan dari sumber terpercaya. Gunakan struktur TEEL untuk membangun paragraf:

Topic Sentence: Kalimat utama paragraf.

  • Explanation: Penjelasan lebih lanjut.
  • Evidence: Bukti dari penelitian atau kutipan dari sumber akademik.
  • Link: Hubungkan dengan paragraf selanjutnya.

Sumber: Hacker, D., & Sommers, N. (2020). A Writer’s Reference. Bedford/St. Martin’s.

5. Menulis Kesimpulan yang Kuat

Kesimpulan harus merangkum argumen utama tanpa mengulangnya secara langsung. Hindari menambahkan informasi baru. Pastikan kesimpulan memberikan dampak yang kuat terhadap pembaca.

Sumber: Lunsford, A. (2019). The St. Martin’s Handbook. Bedford/St. Martin’s.

6. Menggunakan Sumber yang Kredibel

Gunakan jurnal akademik, buku, dan laporan penelitian sebagai referensi. Pastikan setiap kutipan dicantumkan dengan format referensi yang benar (misalnya APA, MLA, atau Chicago Style).

Sumber: American Psychological Association (2020). Publication Manual of the American Psychological Association (7th ed.).

7. Melakukan Revisi dan Penyuntingan

Sebelum mengumpulkan esai, periksa kesalahan tata bahasa, ejaan, dan kejelasan argumen. Bacalah kembali dengan kritis atau mintalah orang lain untuk memberikan masukan.

Sumber: Oshima, A., & Hogue, A. (2016). Writing Academic English (4th ed.). Pearson.


Semoga sukses dalam menulis esai!

Oleh: Bidang RPK PC IMM Ahmad Dahlan kota Surakarta 2025

Posting Komentar

Akses seluruh artikel dengan mudah melalui smartphone!